dasar Usul Desa Montongsari

Padahal makna lamis tidak ada hubungannya dan tidak mempunyai kedekatan/persamaan makna dengan kata abang-abang atau lambe sendiri. Disinilah bentuk padanan fungsional dalam ditemukan dalam tembung entar ini. Walaupun merupakan motif penyimpangan tembung entar di sini. tetap memiliki fungsi estetika, yang maknanya terdapat uncertain keindahan.


Dengan kata lain makna yang muncul dari tembung entar tersebut adalah arti konotasi. Jadi sebenarnya arti tersebut untuk sebagian jamaah, yaitu orang diluar jamaah jawa menganggap makna ini sebagai makna yang tidak diharapkan. Dengan kata lain sebagai makna Foregrounding of the sentence. sedangkan bagi jamaah jawa makna dari tembung entar tersebut adalah Automatization. Yang juga merupakan bentuk penyimpangan yang menghasilkan guna estetika. Tembung Entar Berunsur Kata Kuping Abang Kupinge Tembung entar abang kupinge dalam bahasa Jawa nesu.


Dengan demikian meraih ditentukan Atomatization nya lalu Foregrounding from the sentence. Automatizationnya adalah tembung entar yg bermakna lamis, karena merupakan tafsiran yang diharapkan dalam situasi sosial tertentu. Sedangkan Foregrounding from the sentence dari tembung entar tersebut adalah makna harfiahnya. apabila dalam bahasa indonesia kita memahami sebuah kata kiasan, jadi dalam bahasa jawa dianggap tembung entar.


Hal ini dimaksudkan tuk memunculkan ciri khas nilai estetis dan kultural, hingga ungkapan tradisional pengajaran seks ada yang berupa ucapan sehari-hari dan ungkapan rahasia. Aku adalah seorang mahasiswi PGSD di salah satu Universitas di Yogyakarta ialah Universiatas PGRI Yogyakarta. Ngakl banyak orang yang kenal dengan tempat dimana aku belajar, tapi aku bangga dengan tempat dimana beta belajar. Aplikasi dibuat melalui desain terbaik untuk memudahkan navigasi dan pengalaman pemilik. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi panduan dalam belajar bahasa jawa secara baugs dan benar.


entar tersebut memiliki fungsi estetika guna memberikan kesan keindahan. Nyolok mata Tembung entar tersebut bermakna cetha wela-wela. Bila dialih bahasakan ke dalam bahasa Indonesia tembung entar tersebut bermakna tampak dengan jelas sekali. Sesungguhnya makna dan tembung entarnya sendiri sangat jauh maknanya.


Sedangkan Foregrounding of the sentence nya adalah ketika tafsirannya bukan diharapkan bermakna lain, bukan nesu. Biasanya Foregrounding associated with the sentence muncul dalam orang yang tidak berbahasa Jawa. Abang-abang lambe Arti harfiah dari tembung entar diatas, tetap bermakna misalnya kata aslinya. Namun kenyataannya tembung entar diatas mempunyai makna Lamis.


Penghalusan ekspresi seks tersebut untuk memetaforakan alat kelamin pria-wanita. Masyarakat Jawa cenderung mengajarkan kemampuan seks secara tersamarkan agar tidak terkesan jorok. Hingga muncul juga ungkapan tuk memanggil anak laki-laki dan perempuan yang implikasi kemampuan seks yang tinggi. Tembung entar dalam bahasa jawa juga merupakan bahasa dalam di pakai dalam perbincangan sehari-hari di dalam penduduk jawa.


Tembung entar merupakan tembung yang mengkiaskan sesuatu, bisa juga untuk menyidir atau mengibaratkan suatu sebab. Sinergi tersebut muncul sebagai strategi penghalusan pembelajaran seks masyarakat Jawa. Dalam kerjanya, ungkapan penghalusan banyak bermain ajaran seks yang disamarkan.



Namun apabila dimaknai kata demi kata adalah seperti berikut; kata abang sendiri merupakan nama sebuah ragam yaitu merah, sedangkan Kuping bermakna tetap kuping. Sehingga makna dalam tembung entar tersebut jauh dari arti harfiahnya. Dengan kata lain hal ini dikatakan penyimpangan padanan fungsional, yaitu dalam hal fungsi estetika. Pada penyimpangan ini dapat ditentukan dua buah unsur yaiut Automatization dan Foregrounding of the sentence. Automatization adalah abang kupinge yang bermakna nesu, jadi tafsiran ini memang telah diharapkan oleh penutur bahasa Jawa.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *